Sabtu, 14 November 2015

Artikel 5

Live Action Prison School


Tahu komik ini ? Belum pernah baca ? Seru loh, ceritanya unik ditambah ada ... hem coba aja baca sendiri. Prison School atau Kangoku Gakuen merupakan komik ciptaan Akira Hiramoto. Komik yang satu ini setelah sukses dengan komik dan juga animenya sekarang mulai dibuat Live Actionnya. Live Action Prison School ini mendapatkan berbagai tanggapan. Saat ini baru tiga episode saja yang sudah tayang. Film ini menjadi film yang ditunggu oleh para fans setelah, hem mungkin Attack On Titan Live Action yang part 2nya.

Film ini menceritakan tentang Hachimitsu Academy, sebuah sekolah khusus wanita yang terkenal tegas dan disiplin di daerah Tokyo, baru saja membuka pendaftaran dan penerimaan untuk pelajar laki – laki dalam sistem barunya. Kiyoshi Fujino adalah salah satu siswa laki – laki tersebut, hal pertama yang ia dan ke-4 teman lainnya Takehito “Gakuto” Morokuzu, Shingo Wakamoto, Jouji “Joe” Nezu, dan Reiji “Andre” Andou sadari pertama kali adalah mereka berlima merupakan satu – satunya siswa lelaki yang masuk ke sekolah tersebut dan dikelilingi oleh lebih dari 1,000 pelajar wanita di sekolah tersebut. Nah saat itulah dimulailah perjalanan mereka mencari jati diri laki-laki ... :D, karna Live Action yang meranin orang beneran and yang meranin cakep-cakep apalagi ceweknya hehehe, gak rugi nontonnya. Kalau soal cerita gak kalah bagus sama yang lain.

Artikel 4

Pasar Malam

Pasar malam, pasar yang bukanya malam-malam hehehe. Ya, pasar malam ada pasar yang dibuka pada malam hari yang biasanya didirikan disebuah lahan kosong yang besar dengan izin setempat untuk berdagang. Kalau pasar malam yang sering kita lihat adalah tentang negara jepang dengan jajanan khasnya. Indonesia juga gak kalah bagus loh pasar malamnya. Atraksi dan jajanan sudah menjadi biasa dalam pasar malam diindonesia. Saya sendiri biasanya nonton pertunjukkan Tong Setan. Ea ... namanya serem ya, tong setan adalah pertunjukkan yang dimana para pengendara motor mengendarai motornya didalam tong yang ada. Kelihatannya mudah loh tapi kalau jatuh oops patah tuh leher. Lalu makanan yang saya suka saat adanya pasar malam adalah Cakwe, makanan ringan yang terbuat dari tepung yang diberi ragi ini sangatlah nikmat, dengan kerenyahannya sangat mengunggah selera hehehe.

Pasar malam menjadi sebuah daya tarik tersendiri diindonesia, bagi saya pasar malam adalah hal yang wajib untuk menghilangkan lelah sesudah kuliah. Karna dengan pergi kepasar malam membuat hati tentram apalagi pas makan cakwe sambil liat pertunjukkan tong setan .. :D. Pokoknya top abis dah, oh ya pasar malam didaerah mu bagaimana ? Apakah sama ?

Artikel 3

Kue Lapis

A : Udah pernah makan kue lapis gan ?
B : Udah dong ?
A : Rasanya kaya gimana gan ?
B : Rasanya enak plus manis bro
A : Bentuknya gimana gan ?
B : Kaya kue pancong kan bro ?
A : Yah, itu mah kue pukis gan bukan kue lapis.
Sorry kalau ceritanya garing hehehe.


Kue Lapis, kue yang enak dimakan tetapi susah dibuat. Itulah ungkapan yang cocok dalam membuat kue lapis. Kue yang satu ini memiliki bentuk yang berlapis. Cara membuatnya tidaklah mudah, membutuhkan waktu yang cukup lama karna setiap lapisnya itu harus kita isi dengan perlahan-lahan, ya kira-kira untuk sampai menjadi sebuah kue utuh membutuhkan waktu sekitar tiga jam. Tiga jam itu yang kita lakukan adalah melapisi kuenya lalu panaskan. Setelah itu harus dipanaskan lagi sekitar dua jam, lama kan ? Bikin satu kue aja butuh waktu lima jam. Tetapi setelah matang rasa kuenya sepadan dengan waktu yang dibutuhkan untuk membuatnya. Rasa santan ditambah aroma pandan menjadi rasa dominan pada kue lapis. Jadi gak salah ungkapan tentang kue yang enak dimakan tetapi susah dibuat.  

Artikel 2

One Punch-man

Kali ini yang saya bawakan adalah tentang komik One Punch-man, Dari namanya terlihat keren dan mungkin akan menjadi sebuah komik pertarungan serius. Tetapi isinya benar-benar hampir seluruhnya parodi/komedi. Mengapa saya katakan seperti itu ?. Nah kalau penasaran kita lihat dulu bagaimana jalan ceritanya. One Punch-man menceritakan tentang seseorang yang memiliki hobi menjadi seorang pahlawan. Ia tinggal disebuah kota fiksi metropolitan yang mana sering terjadinya serangan monster ataupun bencana alam. Ia sendiri tinggal di wilayah Z yang dikenal dengan julukan Ghost Town karena banyaknya aktifitas monster diwilayah tersebut. Teapi bagi dia hal itu hanyalah hal kecil, karena pemeran utamanya memiliki kekuatan yang luar biasa yang bahkan bisa setingkat dewa, semua lawan dapat diselesaikan dengan satu pukulan. Hal itu membuatnya menjadi bosan, yang ia lakukan adalah mencari-cari lawan yang dapat sepadan dengan dirinya.

Selama petualangannya ia bertemu teman, musuh bahkan juga muridnya yang bernama Genos, yang merupakan sebuah Cyborg. Ia akhirnya mendaftar menjadi pahlawan karena dirinya tidak dikenal walaupun sudah mengalahkan berbagai monster-monster kuat. Para Anggota asosiasi pahlawan tidak ada yang mampu mengalahkannya. Walaupun begitu ia begitu diacuhkan karena penampilan fisiknya yang jelek, hanya sebagian kecil orang yang mengakuinya. Nah yang paling penting. Penampilan fisiknya adalah seseorang yang botak yang dilihat dari manapun kagak ada serem-seremnya. Yang dilihat waktu pertama kali pasti ketawa, karena kepala botak kinclongnya.

Artikel 1

Varik dan Pintu Rahasia
Bagian 1

Jauh di ujung sana terdapat dunia yang fana. Jauh di balik pintu itu terdapat sebuah ruangan hampa. Dan jauh di dalam hutan terdapat sebuah air terjun yang kan membawa kemana saja. Tetapi tetap itu hanya akan ada dalam khayalan. Mungkin itulah yang akan mereka katakan. Dan bagiku semua itu adalah kenyataan. Petualangan yang belum pernah dirasakan adalah sebuah hal yang menyenangkan. Itulah sedikit prolog yang dapat kuberikan.

Harkway, sebuah kota yang tenang dengan pepohonan mengelilingi setiap rumah-rumahnya. Hutan-hutan yang lebat masih banyak terlihat, layaknya tinggal di tengah hutan yang luas. Jalan setapak yang terbuat dari batu-batu yang tersusun rapi memberi kesan elit. Rumah-rumah disini hanyalah rumah bertipe besar, yang terlihat seperti sebuah vila. Rumah yang diperuntukan untuk orang-orang kaya yang ingin merasakan pemandangan sambil menenangkan pikiran sejenak. Perumahan ini masih menjaga suasana yang asri dengan berbagai macam pepohonan dan berbagai taman. Tetapi karna hanya untuk orang-orang kaya disini jadi tidak ada banyak anak-anak yang bermain diluar. Menghabiskan waktu didalam rumah itulah yang biasa mereka lakukan, terkecuali seorang anak yang berada di rumah paling besar. Rumah yang berada di bukit paling atas yang baru didiami oleh keluarga Rafesia beberapa hari yang lalu.

Keluarga Rafesia merupakan sebuah keluarga pemilik perusahaan Rafesia grup. Keadaan yang serba mewah telah sering dirasakan oleh keluarga ini. Tetapi karna tidak mendapatkan waktu untuk bersantai akhirnya mereka mencoba membeli sebuah rumah disini. Berkerja dirumah sambil menghirup udara segar mungkin itu yang mereka pikirkan saat membeli rumah ini atau mungkin juga mereka membeli rumah ini untuk memberikan kejutan untuk putra mereka Varik. Varik yang sudah berumur 17 tahun sering bermain-main keluar. Naik gunung merupakan hobinya, jadi mungkin bagi mereka mengapa tidak mendapatkan sebuah rumah untuk menenangkan pikiran dan juga menjadi tempat untuk olah raga yang menyehatkan.

Rumah yang mereka tempati merupakan rumah yang paling tua di Harkway. Secara, rumah disini hanyalah sebuah rumah-rumah lama yang tidak pernah tersentuh. Rumah-rumah disini mulai diperbaiki oleh pemiliknya yang terdahulu kecuali sebuah rumah diatas bukit yang menjadi tempat kediaman keluarga Rafesia. Dengan gaya abad pertengahan mereka menyulapnya menjadi sebuah pemukiman modern bertingkat tiga. Lampu gantung diatas ruang makan dan menggunakan alas yang terbuat dari kayu. Sungguh rumah elit yang mudah sekali terbakar. Walaupun begitu rumah modern ini dapat memberikan suasana yang tenang layaknya tinggal disebuah pegunungan.

Hari yang cerah dihari selasa, keluarga Varik memang sudah mulai menempati rumah besar di Harkways ini, tetapi karna banyak barang-barang yang belum dipindahkan, ayah dan ibunya masih berada dikota untuk mempersiapkan barang-barang yang akan dibawa kesana. Sedangkan Varik dan para pembantunya sibuk membersihkan rumah yang besar ini yang sedikit berdebu.
Tempat pertama yang dituju Varik adalah ruangan paling atas, karna ia merasa dapat menemukan sesuatu yang hebat disana. “ Sraak” Varik mencoba membersihkan ruangan yang berada di lantai paling atas rumah itu. Sebuah ruangan sempit berkuran mungkin 4x6 itu merupakan tujuan pertama Varik, karna dari balik jendela ruangan ini dapat terlihat pemadangan harkways yang hijau dan asri.


Oh ya bagaimana menurut kalian bagus tidak, ini hanyalah awalannya saja, kalau mau lanjutannya tunggu kalau ane bisa lanjutinnya dan bisa dipublis ... doakan hehehe, masih manuskrip-manuskrip yang lainnya.

Diksi dan Kalimat Efektif

Kalimat Diksi

Diksi atau pilihan kata merupakan istilah yang umum digunakan dalam bahasa dan sastra. Diksi adalah salah satu unsur intrinsik dalam penulisan puisi maupun juga cerpen. Pengertian diksi menurut para ahli juga semakin berkembang, tidak hanya mencakup dunia sastra saja. Bahkan dalam kehidupan sehari-hari pemakaian diksi juga perlu diperhatikan, agar memudahkan dalam berkomunikasi.

Menurut pakar sastra terkenal dunia, Korys Geraf. Menurutnya, diksi dan gaya bahasa dituliskan dalam beberapa poin penting, yaitu (1) diksi mencakup pengertian kata-kata mana yang harus dipakai untuk mencapai suatu gagasan, cara membentuk suatu kelompok kata yang tepat dan gaya bahasa yang dipakai dalam situasi tertentu, (2) diksi adalah kemampuan dalam membedakan nuansa gagasaan yang ingin disampaikan dan menemukan bentuk kata yang sesuai dengan situasi sehingga memiliki nilai rasa yang tinggi, (3) diksi yang tepat dan sesuai mungkin hanya bisa digunakan oleh orang yang memiliki perbendaharaan kata yang luas.

Berikut ini adalah fungsi-fungsi dari diksi.
  • Diksi membuat pembaca atau pendengar mengetahui gagasan yang disampaikan oleh penulis.
  • Diksi membantu menjalinkan komunikasi yang efektif.
  • Diksi membantu mengungkapkan gagasan secara verbal.
  • Diksi membuat ekspresi gagasan menjadi tepat dan sesuai dengan konteks yang diinginkan.
Contoh Kalimat Diksi :
Kucing Ian mampus karna terlindas mobil.
Yang benar : Kucing Ian mati karena terlindas mobil.

Kalimat Efektif

Kalimat efektif adalah kalimat yang sesuai dengan kaidah bahasa baik ejaan maupun tanda bacanya sehingga mudah dipahami oleh pembaca atau pendengarnya. Dengan kata lain, kalimat efektif mampu menimbulkan kembali gagasan-gagasan pada pendengar atau pembacanya seperti apa yang dimaksudkan oleh penulis.

Suatu kalimat dapat dikatakan sebagai kalimat efektif jika memiliki beberapa syarat sebagai berikut:

1. Mudah dipahami oleh pendengar atau pembacanya.
2. Tidak menimbulkan kesalahan dalam menafsirkan maksud sang penulis.
3. Menyampaikan pemikiran penulis kepada pembaca atau pendengarnya dengan tepat.
4. Sistematis dan tidak bertele-tele.


Prinsip-Prinsip Kalimat Efektif:


Kalimat efektif memiliki prinsip-prinsip yang harus dipenuhi yaitu kesepadanan, kepararelan, kehematan kata, kecermatan, ketegasan, kepaduan dan kelogisan kalimat. Prinsip-prinsip kalimat efektif tersebut akan diuraikan sebagai berikut:

A. Kesepadanan Struktur

Kesepadanan adalah keseimbangan antara gagasan atau pemikiran dengan struktur bahasa yang dipakai dalam kalimat. Kesepadanan dalam kalimat ini diperlihatkan dengan adanya kesatuan gagasan dan kesatuan pikiran. Ciri-ciri kalimat yang memiliki kesepadanan struktur, yaitu:

1. Memiliki subjek dan predikat yang jelas

Contoh:

Bagi semua siswa kelas 2 harus mengikuti kegiatan study tour. (Tidak efektif)
Semua siswa kelas 2 harus mengikuti kegaiatan study tour. (Efekti)

Untuk menghindari ketidak jelasan subjek, hindarilah pemakaian kata depan (Preposisi) di depan Subjek.

2. Tidak memiliki subjek yang ganda di dalam kalimat tunggal.

Contoh:

Pembangunan Jalan itu kami dibantu oleh semua warga desa. (Tidak Efekti)
Dalam membangun jembatan itu, kami dibantu oleh semua warga desa. (Efektif)

B. Kepararelan Bentuk

Kalimat efektif memiliki kesamaan bentuk kata yang digunakan di dalam kalimat. Yang dimaksud dengan kesamaan bentuk kata adalah jika kata pertama berbentuk verba, maka kata selanjutnya berbentuk verba. Namun, jika kata pertama berbentuk nomina, maka kata selanjutnya berbentuk nomina.

Contoh:

Langkah-langkah dalam menulis kalimat efektif adalah memahami, mengetahui, dan pengaplikasian definisi kaliamt efektif. (Tidak efektif)
Langkah-langkah dalam menulis kalimat efektif adalah memahami, mengetahui, dan mengaplikasikan definisi kalimat efektif. (Efektif)

C. Kehematan Kata

Kalimat efektif tidak menggunakan kata-kata atau frasa yang tidak perlu digunakan. Untuk menghindari pemborosan kata di dalam kalimat, hal yang harus diperhatikan adalah:

1. Menghindari unsur yang sama pada kalimat majemuk

Contoh:

Saya tidak suka buah apel dan saya tidak suka duren. (Tidak efektif)
Saya tidak suka buah apel dan duren. (Efektif)

2. Menghindari kesinoniman dalam kalimat

Contoh:

Saya hanya memiliki 3 buah buku saja. (Tidak efektif)
Saya hanya memiliki 3 buah buku. (Efektif)

3. Menghindari penjamakan kata pada kata jamak

Para mahasiswa-mahasiswa berunjuk rasa di depan gedung rektorat. (Tidak efektif)
Para mahasiswa berunjuk rasa di depan gedung rektorat. (Efektif)

D. Kecermatan

Yang dimaksud kecermatan adalah cermat dan tepat dalam memilih kata sehingga tidak menimbulkan kerancuan dan makna ganda.

Contoh:

Guru baru pergi ke ruang guru. (Tidak efektif)
Guru yang baru pergi ke ruang guru. (Efektif)

E. Ketegasan

Kalimat efektif memberikan penegasan kepada ide pokonya sehingga ide pokonya menonjol di dalam kalimat tersebut.  Berikut cara memberikan penegasan pada kalimat efektif.

1. Meletakan kata kunci di awal kalimat

Contoh:

Sudah saya baca buku itu. (Tidak efektif)
Buku itu sudah saya baca. (Efektif)

2. Mengurutkan kata secara bertahap.

Contoh:

Pertemuan itu dihadiri oleh menteri pendidikan, gubernur dan presiden. (Tidak efektif)
Pertemuan itu dihadiri oleh presiden, menteri pendidikan dan gubernur. (Efektif)

F. Kepaduan

Kalimat efektif memiliki kepaduan pernyataan sehingga informasi yang disampaikan tidak terpecah-pecah.

Contoh:

Budi membicaran tentang pengalaman liburannya. (Tidak efektif)
Budi membicarak pengalaman liburannya. (Efekti)

G. Kelogisan

Ide kalimat dalam kaliamat efektif dapat diterima atau dimengerti oleh akal dan sesuai dengan kaidah EYD.

Contoh:

Waktu dan tempat kami persilahkan! (Tidak efektif)
Bapak kepala sekolah kami persilahkan! (Efekti)

Demikianlah prinsip-prinsip dalam kalimat efektif yang harus ada atau dipenuhi dalam pembuatan kalimat efektif agar tujuan komunikatif kalimat tersebut dapat tersampaikan dengan jelas kepada pendengar atau pembacanya.

Contoh-contoh kalimat efektif:


  • Karena tidak tidur semalaman, dia terlambat datang ke sekolah.
  • Dia memakai baju merah.
  • Sesudah dipahami dan dihayati pancasila harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
  • Tugas itu bagi saya sangat mudah.


Kamis, 15 Oktober 2015

Peranan dan Fungsi Bahasa Indonesia

1. Peranan Bahasa Indonesia 

         Setiap Negara pasti mempunyai bahasanya masing-masing, begitupun Negara Indonesia. Indonesia memiliki bahasanya sendiri yaitu Bahasa Indonesia. Bahasa dapat mempersatukan suatu Negara. Bahasa tersebut mempunyai banyak fungsi, salah satunya sebagai alat komunikasi. Maksudnya adalah setiap orang bisa mengungkapkan hasil pemikirannya melalui bahasa itu sendiri. Mereka bebas berbicara dan bebas mengeluarkan pendapat selama bahasa yang digunakan masih sesuai dengan kaidah-kaidah atau tata cara berbahasa yang baik. Bahasa Indonesia mempunyai ketentuan-ketentuan didalamnya, baik dalam tata cara penulisan, tata cara menyampaikan, begitupun dalam tanda bacanya seperti titik, koma, tanda tanya, tanda seru, dan lain-lain.

Peranan Bahasa Indonesia yaitu :
·         Sebagai alat komunikasi
·         Sebagai alat untuk mengekspresikan diri
·         Sebagai alat integrasi dan beradaptasi sosial dalam lingkungan atau situasi tertentu
·         Sebagai alat untuk melakukan control sosial


2 Fungsi Bahasa Indonesia secara umum

a)      Sebagai alat komunikasi
Penggunaan bahasa sebagai alat komunikasi, memiliki tujuan tertentu yaitu agar kita dipahami oleh orang lain. Jadi dalam hal ini respons pendengar atau lawan komunikan yang menjadi perhatian utama kita.
·         Bahasa sebagai alat komunikas, bahasa merupakan alat untuk merumuskan maksud kita
·         Dengan komunikasi, kita dapat menyampaikan semua yang kita rasakan, pikirkan, dan ketahui kepada orang lain
·         Dengan komunikasi, kita dapat mempelajari dan mewarisi semua yang pernah dicapai oleh nenek moyang kita dan apa yang telah dicapai oleh orang-orang sejaman kita
·         Bahasa adalah alat untuk berkomunikasi melalui lisan (bahasa primer) dan tulisan (bahasa sekunder)
·         Tulisan adalah susunan dari simbol (huruf) yang dirangkai menjadi kata bermakna dan dituliskan. Bahasa lisan lebih ekspresif dimana mimik, intonasi, dan gerakan tubuh dapat bercampur menjadi satu untuk mendukung komunikasi yang dilakukan. Lidah setajam pisau / silet oleh karena itu sebaiknya dalam berkata-kata sebaiknya tidak sembarangan dan menghargai serta menghormati lawan bicara / target komunikasi
·         Bahasa sebagai sarana komunikasi mempunyai fungsi utama bahasa adalah bahwa komunikasi ialah penyampaian pesan atau makna oleh seseorang kepada orang lain. Keterikatan dan keterkaitan bahasa dengan manusia menyebabkan bahasa tidak tetap dan selalu berubah seiring perubahan kegiatan manusia dalam kehidupannya di masyarakat. Perubahan bahasa dapat terjadi bukan hanya berupa pengembangan dan perluasan, melainkan berupa kemunduran sejalan dengan perubahan yang dialami masyarakat. Terutama pada pengguna fungsi komunikasi pada bahasa asing sebagai contoh masyarakat Indonesia lebih sering menempel ungkapan “No Smoking” daripada “Dilarang Merokok”, “Stop” untuk “Berhenti”, “Exit” untuk “Keluar”, “Open House” untuk penerimaan tamu dirumah pada saat lebaran. Jadi bahasa sebagai alat komunikasi tidak hanya dengan satu bahasa melainkan banyak bahasa.

b)      Sebagai alat untuk mengembangkan ilmu pengetahuan
     Menurut Sunaryo (2000 : 6), tanpa adanya bahasa (termasuk bahasa Indonesia) IPTEK tidak dapat tumbuh dan berkembang. Selain itu bahasa Indonesia di dalam struktur budaya, ternyata memiliki kedudukan, fungsi, dan peran ganda, yaitu sebagai akar dan produk budaya yang sekaligus berfungsi sebagai sarana berpikir dan sarana pendukung pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tanpa peran bahasa serupa itu, ilmu pengetahuan dan teknologi tidak akan dapat berkembang. Implikasinya di dalam pengembangan daya nalar, menjadikan bahasa sebagai prasarana berpikir modern. Oleh karena itu, jika cermat dalam menggunakan bahasa, kita akan cermat pula dalam berpikir karena bahasa merupakan cermin dari daya nalar (pikiran).

    Bahasa Indonesia memiliki dua kedudukan yaitu sebagai bahasa nasional dan sebagai bahasa negara sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945. Selain itu bahasa Indonesia juga mempunyai empat fungsi sebagai berikut :
      1. Sebagai lambang kebangsaan negara;
     2. Lambang identitas negara;
          3. Alat penghubung antarwarga, antardaerah, antarbudaya;
    4. Alat yang menyatukan berbagai suku bangsa dengan latar belakang sosial budaya yang berbeda.

   Bahasa Indonesia juga digunakan sebagai alat pengembangan kebudayaan nasional, ilmu pengetahuan dan teknologi. Bahasa Indonesia merupakan alat yang digunakan sebagai bahasa media massa untuk menunjang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Bahasa Indonesia yang benar adalah bahasa yang menerapkan kaidah dengan konsisten. Sedangkan bahasa yang baik adalah bahasa yang mempunyai nilai rasa yang tepat dan sesuai dengan situasi pemakaiannnya. Penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar akan menghasilkan pemikiran yang baik dan benar pula. Kenyataan bahwa bahasa Indonesia sebagai wujud identitas bahasa Indonesia menjadi sarana komunikasi di dalam masyarakat modern. Bahasa Indonesia bersikap terbuka sehingga mampu mengembangkan dan menjalankan fungsinya sebagai sarana komunikasi masyarakat modern.

   Semakin berkembangnya teknologi di dalam kehidupan kita akan berdampak juga pada perkembangan dan pertumbuhan bahasa sebagai sarana pendukung pertumbuhan dan perkembangan budaya, ilmu pengetahuan dan teknologi. Di dalam era globalisasi itu, bangsa Indonesia harus ikut berperan di dalam dunia persaingan bebas, baik di bidang politik, ekonomi, maupun komunikasi. Konsep-konsep dan istilah baru di dalam pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) secara tidak langsung memperkaya khasanah bahasa Indonesia. Dengan demikian, semua produk budaya akan tumbuh dan berkembang pula sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi itu, termasuk bahasa Indonesia, sekaligus berperan sebagai prasarana berpikir dan sarana pendukung pertumbuhan dan perkembangan IPTEK itu.
SSumber :