Rabu, 30 Maret 2016

Resensi Novel Tate no Yuusha no Nariagari Vol.2


Judul Novel : Tate no Yuusha no Nariagari Vol. 2
Penulis : Aneko Yusagi
Sumber/Penerbit : Baka-Tsuki (Web Novel)
Tahun Terbit : 24 Oktober 2013
Tebal Halaman : 316 Halaman

Sinopsis Cerita :

Setelah Iwatani, Raphtalia dan ketiga pahlawan lainnya telah berhasil menyelesaikan wave pertama. Iwatani pergi ke penjual budak lagi untuk memberikan segel untuk Raphtalia. Karena segel yang lama telah rusak akibat pahlawan tombak dan raja. Setelah memberikan segel pada Raphtalia. Ia memberi penawaran sebuah undian telur yang isinya adalah monster acak. Karena penasaran Iwatani membeli satu buah telur. Penjual budak itu menaruhnya di sebuah inkubator raksasa.

Beberapa hari kemudian telur itu menetas. Yang terlihat adalah seekor filorial(sejenis ayam).
Setelah dipasangkan segel mereka bertiga pergi menuju kota lain. Dijalan mereka menemui berbagai macam masalah akibat hero-hero lain. Masalah yang mereka hadapi adalah sebuah tumbuhan merambat di sebuah desa. Sampai masalah adanya bau bangkai akibat pahlawan panah yang telah mengalahkan naga. Tetapi tidak mengubur jasadnya. Disana lah pertempuran mereka akan dimulai ....

Unsur Intrinsik :

Tema : Cerita ini menceritakan tentang pahlawan perisai bernama Iwatani Naofumi, Raphtalia, dan juga Firo. Mereka bertiga berusaha mengatasi permasalahan yang muncul akibat pahlawan-pahlawan yang lain.
Latar Belakang : Berada di sebuah hutan, pedesaan, dan sebuah lembah.
Waktu : Di dunia paralel yang terlihat seperti abad pertengahan.
Suasana : Mengasikan, Bahagia, Antusias dan menegangkan
Alur : Alur yang dipakai masih berupa alur maju.
Gaya Bahasa : Gaya bahasa yang dipakai cukup baik, pemilihan katanya tepat dan mudah dimengerti.
Amanat : Jika kita menyelesaikan sebuah tugas haruslah sampai tuntas agar orang lain tidak menderita.
Tokoh : (1) Iwatani Naofumi : Pahlawan perisai yang memiliki misi untuk mencari hourglass di kota lainnya. (2) Raphtalia : Demi-human yang menemani Iwatani dalam perjalanan ke kota lain (3) Firo : Seekor Filorial yang khusus karena bisa berubah menjadi manusia. Ia memiliki tendangan yang kuat hingga dapat menerbangkan pahlawan tombak.

Kelebihan Novel :

Ceritanya yang menarik dan simpel. Walaupun dasarnya simpel sang penulis dapat mengembangkannya dengan cara yang sangat baik. Adanya karakkter baru menambah keseruan cerita.

Kekurangan Novel :


Cara menjelaskan ceritanya masih kurang baik dikarenakan kita dapat kebingungan saat menentukan tokoh mana yang sedang berbicara sekarang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar