Tampilkan postingan dengan label Resensi Novel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Resensi Novel. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 April 2016

Resensi Ulysses Moore : Pintu Waktu



Judul Novel : Ulysses Moore : Pintu Waktu
Penulis : Pierdominico Buccalario
Sumber/Penerbit : Erlangga
Tahun Terbit : 2007
Tempat Terbit : Casale Monferrato, Italia
Tebal Halaman : 240 Halaman

Sinopsis Cerita :

Jason Covenant dan Julia Covenant adalah sepasang anak kembar yang pindah dari kota besar ke daerah pesisir pantai Kilmore Cove. Rumah Argo Manor yang mereka tinggali merupakan keunikan dari kota itu sendiri. Dikarenakan rumah itu bertengger di tebing tinggi yang menghadap ke laut. Ayah dan ibu mereka masih tinggal di kota besar untuk mengambil barang-barang dan menyelesaikan perpindahan mereka. Saat mereka dirumah datanglah teman mereka yang bernama Rick Banner. Rick adalah seseorang yang ingin sekali melihat dalam Argo Manor.

Argo Manor memiliki misteri tersendiri dikarenakan isi rumahnya yang khas, seperti replika-replika kapal dari berbagai zaman, alat-alat rumah tangga kuno dari berbagai negara, dan masih banyak lagi. Ketika mereka bertiga mencari-mencari petunjuk tentang pemilik sebelumnya. Mereka menemukan sebuah pintu dengan empat buah lubang kunci. Kondisi pintu itu hangus terbakar dengan berbagai macam bekas-bekas seperti ingin dibuka dengan paksa. Kira-kira apa yang ada dibalik pintu itu ...

Unsur Intrinsik :

Tema : Cerita ini menceritakan tentang tiga sekawan yaitu Jason Covenant, Julian Covenant, Rick Banner dalam menjelajahi rumah Argo Manor yang memiliki banyak misteri.
Latar Belakang : Berada di sebuah rumah diatas bukit dekat dengan laut.
Waktu : Seperti abad pertengahan di Inggris.
Suasana : Menegangkan, Mengasikan, dan Penasaran
Alur : Alur yang dipakai adalah alur maju, karena ceritanya tidak memiliki flashback.
Gaya Bahasa : Gaya bahasa yang dipakai cukup baik, pemilihan katanya tepat dan mudah dimengerti.
Amanat : Jadilah orang yang pemberani.
Tokoh : (1) Jason Covenant : Anak laki-laki dari keluarga Convenant yang memiliki sifat berani dan ingin tahu yang besar. (2) Julia Covenant : Kembaran Jason, seorang perempuan yang memiliki sifat yang berbeda jauh dari saudara laki-lakinya. (3) Rick Banner : Anak asli dari Kilmore Cove yang memiliki sifat mirip dengan Jason.

Kelebihan Novel :

Dalam novel ini Membuat kita terinspirasi menjadi seorang yang pemberani. Dalam buku ini ceritanya membuat kita merasa ingin tahu dan rasa setia kawan antar teman walaupun adanya perbedaan pendapat. Bahasa dan alur dalam cerita sangat baik dan mudah diikuti.

Kekurangan Novel :

Ketika mereka sudah berhasil pergi menuju masa lalu ceritanya sudah selesai. Jadi membuat kita membayangkan apa yang akan terjadi nantinya.


Rabu, 13 April 2016

Resensi Novel Tate no Yuusha no Nariagari Vol.4



Judul Novel : Tate no Yuusha no Nariagari Vol. 4
Penulis : Aneko Yusagi
Sumber/Penerbit : Baka-Tsuki (Web Novel)
Tahun Terbit : 25 Februari 2014
Tebal Halaman : Tidak diketahui

Sinopsis Cerita :

Setelah bertarung dengan Motoyasu. Munculah seorang tabib yang membawa senjata berupa pergabungan dari tiga senjata pahlawan (pedang, tombak, dan panah). Ia adalah seorang yang menganut sistem tiga pahlawan, walaupun kenyataanya terdapat empat pahlawan. Bagi ia generasi pahlawan saat ini adalah yang terburuk oleh karena itu ia berniat mengubur semua pahlawan bersama-sama. Perisai yang dimiliki Iwatani bukan berarti tidak memiliki serangan yang dasyat. Ia membuka jenis perisai yang baru yaitu perisai Amarah. Dengan mengorbankan dirinya ia dapat mengeluarkan kekuatan yang bahkan lebih kuat ketimbang ketiga pahlawan yang lain.

Setelah mengalahkan tabib tersebut, Iwatani sekarat dan ditolong oleh seorang perempuan yang tidak lain adalah ratu. Ratu itu memberikan Iwatani pengobatan yang mumpuni. Ia juga mengembalikan nama baik dari pahlawan perisai, yang telah tercoreng oleh suami dan anaknya. Dan terakhir mengusir mereka berdua dari kerajaan. Setelah Iwatani pulih sepenuhnya, Ratu memberikan sebuah pelatihan kepada keempat pahlawan untuk saling mengenal satu sama lain dan melatih kerjasama ...

Unsur Intrinsik :

Tema : Cerita ini menceritakan tentang pahlawan perisai bernama Iwatani Naofumi beserta rekannya bernama Raphtalia dan Firo serta ke tiga pahlawan yang lain disebuah pulau.
Latar Belakang : Berada di sebuah pulau yang jauh dari keramaian.
Waktu : Di dunia paralel yang terlihat seperti eropa abad pertengahan.
Suasana : Menegangkan, Senang, Terharu, dan Tertawa.
Alur : Alur yang dipakai adalah alur maju, karena ceritanya tidak memiliki flashback.
Gaya Bahasa : Gaya bahasa yang dipakai cukup baik, pemilihan katanya tepat dan mudah dimengerti.
Amanat : Semua kelakuan pasti ada balasannya, seperti raja dan anaknya yang sebelumnya telah mencoreng nama baik Iwatani. Telah dibalas berkali-kali lipat oleh ratu (penguasa sebenarnya negeri tersebut).
Tokoh : (1) Iwatani Naofumi : Pahlawan tameng yang dikhianti, difitnah, tetapi tetap maju untuk bertahan hidup. (2) Raphtalia : Seorang demi-human yang menjadi rekan Iwatani. Ia memiliki sifat yang pemberani. (3) Firo : Seekor filorial langka yang dapat berubah menjadi seorang manusia.

Kelebihan Novel :

Novel ini menyajikan petualangan yang menarik. Setting dan latar yang sudah dimengerti oleh anak-anak muda membuat novel ini menjadi bacaan yang cocok. Amanat yang disampaikan juga banyak.

Kekurangan Novel :


Cara menjelaskan ceritanya kurang baik dikarenakan kita dapat kebingungan saat menentukan tokoh mana yang sedang berbicara sekarang. Pada bagian ini banyak kata-kata yang kurang baik. Oleh karena itu novel ini kurang boleh dibaca oleh anak kecil.

Resensi Novel Tate no Yuusha no Nariagari Vol.3



Judul Novel : Tate no Yuusha no Nariagari Vol. 3
Penulis : Aneko Yusagi
Sumber/Penerbit : Baka-Tsuki (Web Novel)
Tahun Terbit : 21 December 2013
Tebal Halaman : 313 Halaman

Sinopsis Cerita :

Setelah mengalahkan bangkai naga yang hidup kembali. Iwatani kembali ke kota untuk membuat pakaian dari tulang-tulang naga yang ia dapatkan. Ia mengirim tulang itu kepada toko armor langganannya. Bukan baju keren yang dia dapat, malahan sebuah baju sangar yang ia dapatkan. Karena status yang diberikan sangat memuaskan Iwatani tidak berkomentar banyak kepada toko langganannya itu.

Tidak lama kemudian serangan wave ke 3 dimulai. Kali ini keluar seorang gadis yang membawa sebuah kipas. Seperti biasa tiga pahlawan yang lain langsung menerjang kearah gadis itu untuk berebut reputasi dengan mengalahkannya. Tetapi tidak disangka ke tiga pahlawan itu malah terjatuh dan tidak berdaya melawan gadis tersebut. Yang tersisa hanyalah grup Iwatani sang pahlawan perisai. Pertarungan pun dimulai antara gadis itu dengan grup Iwatani ...

Unsur Intrinsik :

Tema : Cerita ini menceritakan tentang pahlawan perisai bernama Iwatani Naofumi beserta rekannya bernama Raphtalia dan Firo.
Latar Belakang : Berada di sebuah kerjaan dan desa disekitarnya.
Waktu : Di dunia paralel yang terlihat seperti eropa abad pertengahan.
Suasana : Menegangkan, Senang, Terharu, dan
Alur : Alur yang dipakai adalah alur maju, karena ceritanya tidak memiliki flashback.
Gaya Bahasa : Gaya bahasa yang dipakai cukup baik, pemilihan katanya tepat dan mudah dimengerti.
Amanat : Jangan pernah menyerah walaupun terkadang kita dikhianati. (Move on)
Tokoh : (1) Iwatani Naofumi : Pahlawan tameng yang dikhianti, difitnah, tetapi tetap maju untuk bertahan hidup. (2) Raphtalia : Seorang demi-human yang menjadi rekan Iwatani. Ia memiliki sifat yang pemberani. (3) Firo : Seekor filorial langka yang dapat berubah menjadi seorang manusia.

Kelebihan Novel :

Novel ini menyajikan petualangan yang menarik. Ceritanya sendiri berbeda dari novel-novel fantasy yang lain. Lalu di novel ini kesan tokoh utama begitu tampak.

Kekurangan Novel :


Cara menjelaskan ceritanya kurang baik dikarenakan kita dapat kebingungan saat menentukan tokoh mana yang sedang berbicara sekarang. Dan juga di butuhkan imajinasi yang tinggi untuk mengikuti jalan ceritanya.

Rabu, 30 Maret 2016

Resensi Novel Tate no Yuusha no Nariagari Vol.2


Judul Novel : Tate no Yuusha no Nariagari Vol. 2
Penulis : Aneko Yusagi
Sumber/Penerbit : Baka-Tsuki (Web Novel)
Tahun Terbit : 24 Oktober 2013
Tebal Halaman : 316 Halaman

Sinopsis Cerita :

Setelah Iwatani, Raphtalia dan ketiga pahlawan lainnya telah berhasil menyelesaikan wave pertama. Iwatani pergi ke penjual budak lagi untuk memberikan segel untuk Raphtalia. Karena segel yang lama telah rusak akibat pahlawan tombak dan raja. Setelah memberikan segel pada Raphtalia. Ia memberi penawaran sebuah undian telur yang isinya adalah monster acak. Karena penasaran Iwatani membeli satu buah telur. Penjual budak itu menaruhnya di sebuah inkubator raksasa.

Beberapa hari kemudian telur itu menetas. Yang terlihat adalah seekor filorial(sejenis ayam).
Setelah dipasangkan segel mereka bertiga pergi menuju kota lain. Dijalan mereka menemui berbagai macam masalah akibat hero-hero lain. Masalah yang mereka hadapi adalah sebuah tumbuhan merambat di sebuah desa. Sampai masalah adanya bau bangkai akibat pahlawan panah yang telah mengalahkan naga. Tetapi tidak mengubur jasadnya. Disana lah pertempuran mereka akan dimulai ....

Unsur Intrinsik :

Tema : Cerita ini menceritakan tentang pahlawan perisai bernama Iwatani Naofumi, Raphtalia, dan juga Firo. Mereka bertiga berusaha mengatasi permasalahan yang muncul akibat pahlawan-pahlawan yang lain.
Latar Belakang : Berada di sebuah hutan, pedesaan, dan sebuah lembah.
Waktu : Di dunia paralel yang terlihat seperti abad pertengahan.
Suasana : Mengasikan, Bahagia, Antusias dan menegangkan
Alur : Alur yang dipakai masih berupa alur maju.
Gaya Bahasa : Gaya bahasa yang dipakai cukup baik, pemilihan katanya tepat dan mudah dimengerti.
Amanat : Jika kita menyelesaikan sebuah tugas haruslah sampai tuntas agar orang lain tidak menderita.
Tokoh : (1) Iwatani Naofumi : Pahlawan perisai yang memiliki misi untuk mencari hourglass di kota lainnya. (2) Raphtalia : Demi-human yang menemani Iwatani dalam perjalanan ke kota lain (3) Firo : Seekor Filorial yang khusus karena bisa berubah menjadi manusia. Ia memiliki tendangan yang kuat hingga dapat menerbangkan pahlawan tombak.

Kelebihan Novel :

Ceritanya yang menarik dan simpel. Walaupun dasarnya simpel sang penulis dapat mengembangkannya dengan cara yang sangat baik. Adanya karakkter baru menambah keseruan cerita.

Kekurangan Novel :


Cara menjelaskan ceritanya masih kurang baik dikarenakan kita dapat kebingungan saat menentukan tokoh mana yang sedang berbicara sekarang.

Senin, 14 Maret 2016

Resensi Novel Tate no Yuusha no Nariagari Vol.1




Judul Novel : Tate no Yuusha no Nariagari Vol. 1
Penulis : Aneko Yusagi
Illustrasi : Minami Seira
Sumber/Penerbit : Baka-Tsuki (Web Novel)
Tahun Terbit : 22 Agustus 2013
Tebal Halaman : 334 Halaman

Sinopsis Cerita :

Iwatani Naofumi merupakan seorang mahasiswa swasta yang menjadi salah satu pahlawan setelah terjebak kedalam sebuah dunia paralel. Disana mereka ditunjuk sebagai pahlawan untuk menyelamatkan dunia dari ancaman kehancuran yang dikenal dengan “wave”. Setiap masing-masing pahlawan memiliki senjata legendarisnya masing-masing. Kebetulan senjata legendaris yang didapatkan Iwatani adalah sebuah perisai. Karena kekurangan kharisma dan pengalaman ia berakhir hanya dengan seorang parthner yang akhirnya malah mengkhianati, memfitnah dan merampoknya. Dijauhi semua orang dan bahkan raja yang memanggilnya, membuat pikirannya dipenuhi dengan balas dendam dan kebencian.

Karna senjata legendaris yang dimilikinya adalah sebuah perisai, ia pun mengalami kesulitan mendapatkan uang untuk menghidupi dirinya. Seorang penjual budak yang ia temui memberikannya penawaran untuk memiliki seorang budak yang dapat ia gunakan untuk dijadikan sebuah pedang untuknya. Karena fitnah yang tersebar Iwatani tidak mempunyai parthner. Oleh karna itu ia membeli sebuah budak rakun yang bernama Raphtalia. Dengan itupun petualangannya di dunia paralel dimulai dengan melewati wave pertama ...

Unsur Intrinsik :

Tema : Cerita ini menceritakan tentang pahlawan perisai bernama Iwatani Naofumi beserta budak/parthnernya yang bernama Raphtalia.
Latar Belakang : Berada di sebuah kerjaan dan desa disekitarnya.
Waktu : Di dunia paralel yang terlihat seperti eropa abad pertengahan.
Suasana : Menegangkan, Sedih, Kesal, dan Mengharukan.
Alur : Alur yang dipakai adalah alur maju, karena ceritanya tidak memiliki flashback.
Gaya Bahasa : Gaya bahasa yang dipakai cukup baik, pemilihan katanya tepat dan mudah dimengerti.
Amanat : Jangan pernah menyerah walaupun terkadang kita dikhianati. (Move on)
Tokoh : (1) Iwatani Naofumi : Pahlawan tameng yang dikhianti, difitnah, tetapi tetap maju untuk bertahan hidup. (2) Raphtalia : Budak Rakun yang dibeli Iwatani, ia memiliki ketakutan karna trauma tetapi perlahan-lahan hilang setelah berkelana bersama Iwatani. (3) Kitamura Motoyasu : Pahlawan tombak yang memiliki kharisma dan berpenampilan seperti playboy.

Kelebihan Novel :

Dalam novel ini memang tidak terdapat banyak kata-kata yang inspiratif, tetapi dengan melihat karakter utamanya yang semangat menjalani hidup walaupun diterpa berbagai macam masalah membuat kita merasa mendapatkan semangat baru dalam hidup. Ceritanya juga menarik dan simpel.

Kekurangan Novel :


Cara menjelaskan ceritanya kurang baik dikarenakan kita dapat kebingungan saat menentukan tokoh mana yang sedang berbicara sekarang. Dan juga sifat karakter utamanya yang pendedam kurang cocok untuk dicontoh walaupun karena itu ia dapat terus maju.