Rabu, 30 Maret 2016

Resensi Novel Tate no Yuusha no Nariagari Vol.2


Judul Novel : Tate no Yuusha no Nariagari Vol. 2
Penulis : Aneko Yusagi
Sumber/Penerbit : Baka-Tsuki (Web Novel)
Tahun Terbit : 24 Oktober 2013
Tebal Halaman : 316 Halaman

Sinopsis Cerita :

Setelah Iwatani, Raphtalia dan ketiga pahlawan lainnya telah berhasil menyelesaikan wave pertama. Iwatani pergi ke penjual budak lagi untuk memberikan segel untuk Raphtalia. Karena segel yang lama telah rusak akibat pahlawan tombak dan raja. Setelah memberikan segel pada Raphtalia. Ia memberi penawaran sebuah undian telur yang isinya adalah monster acak. Karena penasaran Iwatani membeli satu buah telur. Penjual budak itu menaruhnya di sebuah inkubator raksasa.

Beberapa hari kemudian telur itu menetas. Yang terlihat adalah seekor filorial(sejenis ayam).
Setelah dipasangkan segel mereka bertiga pergi menuju kota lain. Dijalan mereka menemui berbagai macam masalah akibat hero-hero lain. Masalah yang mereka hadapi adalah sebuah tumbuhan merambat di sebuah desa. Sampai masalah adanya bau bangkai akibat pahlawan panah yang telah mengalahkan naga. Tetapi tidak mengubur jasadnya. Disana lah pertempuran mereka akan dimulai ....

Unsur Intrinsik :

Tema : Cerita ini menceritakan tentang pahlawan perisai bernama Iwatani Naofumi, Raphtalia, dan juga Firo. Mereka bertiga berusaha mengatasi permasalahan yang muncul akibat pahlawan-pahlawan yang lain.
Latar Belakang : Berada di sebuah hutan, pedesaan, dan sebuah lembah.
Waktu : Di dunia paralel yang terlihat seperti abad pertengahan.
Suasana : Mengasikan, Bahagia, Antusias dan menegangkan
Alur : Alur yang dipakai masih berupa alur maju.
Gaya Bahasa : Gaya bahasa yang dipakai cukup baik, pemilihan katanya tepat dan mudah dimengerti.
Amanat : Jika kita menyelesaikan sebuah tugas haruslah sampai tuntas agar orang lain tidak menderita.
Tokoh : (1) Iwatani Naofumi : Pahlawan perisai yang memiliki misi untuk mencari hourglass di kota lainnya. (2) Raphtalia : Demi-human yang menemani Iwatani dalam perjalanan ke kota lain (3) Firo : Seekor Filorial yang khusus karena bisa berubah menjadi manusia. Ia memiliki tendangan yang kuat hingga dapat menerbangkan pahlawan tombak.

Kelebihan Novel :

Ceritanya yang menarik dan simpel. Walaupun dasarnya simpel sang penulis dapat mengembangkannya dengan cara yang sangat baik. Adanya karakkter baru menambah keseruan cerita.

Kekurangan Novel :


Cara menjelaskan ceritanya masih kurang baik dikarenakan kita dapat kebingungan saat menentukan tokoh mana yang sedang berbicara sekarang.

Senin, 14 Maret 2016

Resensi Novel Tate no Yuusha no Nariagari Vol.1




Judul Novel : Tate no Yuusha no Nariagari Vol. 1
Penulis : Aneko Yusagi
Illustrasi : Minami Seira
Sumber/Penerbit : Baka-Tsuki (Web Novel)
Tahun Terbit : 22 Agustus 2013
Tebal Halaman : 334 Halaman

Sinopsis Cerita :

Iwatani Naofumi merupakan seorang mahasiswa swasta yang menjadi salah satu pahlawan setelah terjebak kedalam sebuah dunia paralel. Disana mereka ditunjuk sebagai pahlawan untuk menyelamatkan dunia dari ancaman kehancuran yang dikenal dengan “wave”. Setiap masing-masing pahlawan memiliki senjata legendarisnya masing-masing. Kebetulan senjata legendaris yang didapatkan Iwatani adalah sebuah perisai. Karena kekurangan kharisma dan pengalaman ia berakhir hanya dengan seorang parthner yang akhirnya malah mengkhianati, memfitnah dan merampoknya. Dijauhi semua orang dan bahkan raja yang memanggilnya, membuat pikirannya dipenuhi dengan balas dendam dan kebencian.

Karna senjata legendaris yang dimilikinya adalah sebuah perisai, ia pun mengalami kesulitan mendapatkan uang untuk menghidupi dirinya. Seorang penjual budak yang ia temui memberikannya penawaran untuk memiliki seorang budak yang dapat ia gunakan untuk dijadikan sebuah pedang untuknya. Karena fitnah yang tersebar Iwatani tidak mempunyai parthner. Oleh karna itu ia membeli sebuah budak rakun yang bernama Raphtalia. Dengan itupun petualangannya di dunia paralel dimulai dengan melewati wave pertama ...

Unsur Intrinsik :

Tema : Cerita ini menceritakan tentang pahlawan perisai bernama Iwatani Naofumi beserta budak/parthnernya yang bernama Raphtalia.
Latar Belakang : Berada di sebuah kerjaan dan desa disekitarnya.
Waktu : Di dunia paralel yang terlihat seperti eropa abad pertengahan.
Suasana : Menegangkan, Sedih, Kesal, dan Mengharukan.
Alur : Alur yang dipakai adalah alur maju, karena ceritanya tidak memiliki flashback.
Gaya Bahasa : Gaya bahasa yang dipakai cukup baik, pemilihan katanya tepat dan mudah dimengerti.
Amanat : Jangan pernah menyerah walaupun terkadang kita dikhianati. (Move on)
Tokoh : (1) Iwatani Naofumi : Pahlawan tameng yang dikhianti, difitnah, tetapi tetap maju untuk bertahan hidup. (2) Raphtalia : Budak Rakun yang dibeli Iwatani, ia memiliki ketakutan karna trauma tetapi perlahan-lahan hilang setelah berkelana bersama Iwatani. (3) Kitamura Motoyasu : Pahlawan tombak yang memiliki kharisma dan berpenampilan seperti playboy.

Kelebihan Novel :

Dalam novel ini memang tidak terdapat banyak kata-kata yang inspiratif, tetapi dengan melihat karakter utamanya yang semangat menjalani hidup walaupun diterpa berbagai macam masalah membuat kita merasa mendapatkan semangat baru dalam hidup. Ceritanya juga menarik dan simpel.

Kekurangan Novel :


Cara menjelaskan ceritanya kurang baik dikarenakan kita dapat kebingungan saat menentukan tokoh mana yang sedang berbicara sekarang. Dan juga sifat karakter utamanya yang pendedam kurang cocok untuk dicontoh walaupun karena itu ia dapat terus maju.

Sabtu, 14 November 2015

Artikel 10

Telur Matang atau Setengah Matang

Kali ini saya ingin membahas tentang telur bagusan di makan matang atau setengah matang. Menurut beberapa ahli, telur setengah matang ataupun juga mentah memiliki kadar protein yang lebih bagus, karena jika digoreng matang akan adanya protein-protein yang hancur akibat panas. Tetapi dalam memakan telur setengah matang tidak boleh sembarang, dikarenakan jika kita memakan telur dalam keadaan saat setengah matang takut bakteri yang ada ditelur menjadi tertular kepada kita. Dan juga di Indonesia sendiri sebelumnnya pernah marak dengan namanya penyakit flu brurung. Untuk menghindari itu yang harus kita lakukan adalah :
  • Lihat keadaan telurnya dulu. Jika telurnya terlihat tidak fresh mendingan goreng telurnya hingga matang. Jadinya kuman-kuman yang ada jadi mati.
  • Lalu saat kita membeli telur yang baru cepat-cepat masukkan kedalam kulkas untuk menghindari penyakit masuk kedalam telur.

Nah jika kita sudah melakukan cara-cara diatas memakan telur saat setengah matang sudah tidak jadi masalah, karena saya sendiri merupakan penggemar telur yang setengah matang. Walaupun jika pada keadaan matang kita dapat memakannya dengan lebih gurih. Tetapi menurutku yang masih setengah matang adalah yang paling terbaik, ditambah sedikit garam hem .. nikmat. Kalau kalian sukanya matang atau setengah matang ?

Artikel 9

Wayang Warisan Indonesia


Wayang, kalau mendengar kata itu yang terlintas adalah sebuah kesenian dari Indonesia yang menggunakan boneka terbuat dari kayu dan dimainkan oleh seorang dalang. Ya Wayang sendiri sudah ada sejak zaman dahulu kala, baik untuk upacara, untuk hiburan, dan bahkan dapat menjadi media dakwah yang unik. Tetapi untuk saat sekarang sudah sedikit sekali yang melestarikan wayang. film-filmnya yang dulu banyak sekarang hanya beberapa statsiun saja yang menyiarkan kesenian ini. Dan bila ada saluran televisi yang menyiarkan mungkin hanya ada diwaktu tengah malam-malam saja. ...Jam segitu siapa yang mau nonton, kalah ama bola itu wayang kalau jam segitu hehehe. Kalau menurut ane beberapa film yang tidak jelas gantilah dengan film kesenian-kesenian daerah, baik itu wayang ataupun yang lain. Menjaga warisan budaya dapat membentuk karakter sebauh bangsa loh. Ya sekian review singkat tentang wayangnya.  

Artikel 8

Sejarah dalam Game


Kalau ngomongin tentang sejarah dalam game yang ada pasti hanya game perang-perangan. Hampir tidak adanya game bertipe lain yang mengupas tentang sejarah. Padahal sejarah bagus untuk menjadi ilmu yang dapat membuat kita memiliki pemikiran yang luas baik dibidang Politik, Kebangsaan, Semangat dan juga lainnya ... asalkan jangan ikutin hal tentang perang-perangnya. Nah mengapa ini terjadi ? Sejarah yang bagus kok hanya ada dalam platform game bertipe perang ?Mungkin menurut saya karena memang sejarah banyak kaitannya dengan perang dan kemerdekaan pada zama dahulu. Jadi platform yang bagus untuk sejarah dalam game adalah game perang-perangan.
Nah ini ada test sedikit yang tidak saya lakukan tapi hanya saya banyangkan dari bermain game kuis tentang sejarah. Tahukan kalian tentang kesultanan Utsmaniyyah? Kalau ditanya begini pasti kalian akan bingung apa yang saya maksudkan. Karena tidak adanya pelajaran sejarah tentang Kesultanan Ustmaniyah pada saat disekolah. Lalu saya ubah pertanyaannya menjadi tahukah kalian tentang Ottoman atau Janisaries. Untuk sebagian orang yang suka game perang-perang pasti mengerti apa itu Ottoman dan tentara uniquenya Janisaries. Kalau mendengar kata Ottoman banyak orang pasti merunjuk pada negara Turki. Memang tidak salah, tetapi saat itu sebelum menjadi turki yang sekarang namanya dulu adalah Kesultanan Ustmaniyyah.

Kesultanan Ustmaniyyah dengan Ottoman samakan?. Tetapi jika kita memberi tahukannya lewat nama aslinya pasti banyak orang yang tidak tahu, sedangkan kalau lewat nama khas gamenya pasti mudah sekali dimengerti. Yupz sekian dari saya terima kasih.

Artikel 7


Khulafaur Rasyidin


Untuk kali ini saya akan memberikan sebuah artikel tentang sejarah pemimpin-pemimpin Islam sesudah wafatnya Nabi Muhammad SAW. Para Khalifah yang ditunjuk adalah orang-orang yang membawa Islam sampai saat ini. Mereka juga merupakan para sahabat nabi yang paling setia dengan ajaran agama islam. Nah untuk mempersingkat langsung kebagaian isinya saja .
Khulafaur Rasyidin atau juga bisa disebut Khalifah Ar-Rasyidin adalah empat orang khalifah(pemimpin) pertama agama Islam, yang dipercaya oleh umat Islam sebagai penerus setelah Nabi Muhammad SAW. Empat orang tersebut adalah para sahabat dekat Nabi Muhammad SAW yang tercatat paling dekat dan paling dikenal dalam membela ajaran yang dibawanya di saat masa kerasulan Muhammad.
Dalam sistem pemilihan terhadap masing-masing khalifah berbeda-beda, hal tersebut terjadi karena para sahabat menganggap tidak ada rujukan yang jelas yang ditinggalkan oleh Nabi Muhammad SAW tentang bagaimana suksesi kepemimpinan Islam akan berlangsung. Secara resmi istilah Khulafaur Rasyidin merujuk pada empat orang khalifah pertama Islam, namun sebagian ulama menganggap bahwa Khulafaur Rasyidin tidak terbatas pada keempat khalifah pertama Islam saja, tetapi mencakup pula para khalifah setelahnya yang kehidupannya benar-benar sesuai dengan petunjuk Al-Quran dan sunnah. Keempat orang yang menjadi khalifah pertama Islam antara lain adalah :


  • Abu Bakar ash-Shiddiq (Lahir 573 - 634 M, menjadi khalifah 632 - 634 M)
Abdus Syams atau lebih dikenal dengan nama Abu bakar adalah khalifah pertama Islam setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW. Ia merupakan salah seorang petinggi Mekkah dari suku Quraisy. Setelah memeluk Islam namanya diganti oleh Nabi Muhammad SAW menjadi Abu Bakar. Ia digelari Ash-Shiddiq yang berarti “yang terpercaya” setelah ia menjadi orang pertama yang mengakui peristiwa Isra' Mi'raj. Ia juga adalah orang yang ditunjuk oleh Nabi Muhammad SAW untuk menemaninya hijrah ke Yatsrib. Ia dicatat sebagai salah satu sahabat yang paling setia dan terdepan melindungi para pemeluk Islam bahkan terhadap sukunya sendiri.
Ketika Nabi Muhammad SAW sakit keras, Abu Bakar adalah orang yang ditunjuk oleh nabi untuk menggantikannya menjadi Imam dalam Salat. Hal ini menurut sebagian besar ulama merupakan petunjuk dari Nabi Muhammad agar Abu Bakar diangkat menjadi penerus kepemimpinan Islam. Abu Bakar memimpin selama dua tahun dari tahun 632 sejak kematian Muhammad hingga tahun 634 M.
Kepemimpinan Abu Bakar termasuk singkat, karena ia hanya menjadi pemimpin selama dua tahun. Walaupun begitu saat masa pemerintahannya Islam mengalami kemajuan dalam bidang sosial, budaya dan penegakkan hukum. Dan juga dua tahunnya itu digunakan untuk menyelesaikan persoalan dalam negeri yang disebabkan oleh suku-suku arab yang tidak mau tunduk lagi kepada pemerintahan setelah kepergian Nabi Muhammad SAW. Hal ini memicu terjadinya perang Riddah(Perang melawan kemurtadan). Karena sikap mereka dapat membahayakan pemerintahan. Abu Bakar meninggal saat berusia 61 tahun pada tahun 634 M akibat sakit yang dialaminya.


  • Umar bin Khattab (Lahir 586-590 - 644 M, menjadi khalifah 634 - 644 M)
Umar bin Khattab adalah khalifah ke-2 dalam sejarah Islam. pengangkatan umar bukan berdasarkan konsensus tetapi berdasarkan surat wasiat yang ditinggalkan oleh Abu Bakar. Hal ini tidak menimbulkan pertentangan berarti di kalangan umat islam saat itu karena umat Muslim sangat mengenal Umar sebagai orang yang paling dekat dan paling setia membela ajaran Islam.
Di zaman Umar gelombang ekspansi (perluasan daerah kekuasaan) pertama terjadi, ibu kota Syria, Damaskus, jatuh tahun 635 M dan setahun kemudian, setelah tentara Bizantium kalah di pertempuran Yarmuk, seluruh daerah Syria jatuh ke bawah kekuasaan Islam. Dengan memakai Syria sebagai basis, ekspansi diteruskan ke Mesir di bawah pimpinan 'Amr bin 'Ash dan ke Irak di bawah pimpinan Sa'ad bin Abi Waqqash. Iskandariah (Alexandria), ibu kota Mesir, ditaklukkan tahun 641 M. Dengan demikian, Mesir jatuh ke bawah kekuasaan Islam. Al-Qadisiyah, sebuah kota dekat Hirah di Iraq, jatuh pada tahun 637 M. Dari sana serangan dilanjutkan ke ibu kota Persia, Al-Madain yang jatuh pada tahun itu juga. Pada tahun 641 M, Moshul dapat dikuasai. Dengan demikian, pada masa kepemimpinan Umar Radhiallahu ‘anhu, wilayah kekuasaan Islam sudah meliputi Jazirah Arabia, Palestina, Syria, sebagian besar wilayah Persia, dan Mesir.
Karena perluasan daerah terjadi dengan cepat, Umar segera mengatur administrasi negara dengan mencontoh administrasi yang sudah berkembang terutama di Persia. Beberapa departemen yang dipandang perlu didirikan. Pada masanya mulai diatur dan ditertibkan sistem pembayaran gaji dan pajak tanah. Untuk menjaga keamanan dan ketertiban, kepolisian dibentuk. Umar juga mendirikan Bait al-Mal, menempa mata uang, dan membuat tahun hijriah. Umar memerintah selama sepuluh tahun (13-23 H/634-644 M). Masa jabatannya berakhir dengan kematian. Dia dibunuh oleh seorang Zoroastrianis, budak Fanatik dari Persia bernama Abu Lu'lu'ah. Setelah itu ia digantikan oleh Ustman bin Affan dari hasil musyawarah.


  • Utsman bin Affan (Lahir 573-655 M, menjadi khalifah 644-655 M)
Utsman berasal dari keluarga suku Quraisy bani Ummayah. Nenek moyangnya bersatu dengan nasab Nabi Muhammad SAW. Ia diberi gelar Dzunnurain, karena menikahi dua putri nabi. Ia menjadi khalifah ketiga setelah menggantikan Umar bin Khattab. Utsman dipilih dari keenam dewan formatur yang di buat oleh Umar bin Khattab untuk menunjuk khalifah baru. Keenam anggotanya antara lain adalah Abdurrahman bin Auf, Saad bin Abi Waqash, Thalhah bin Ubaidillah, Zubair bin Awwam, Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib.
Pada masa pemerintahan Utsman. Armenia, Tunisia, Cyprus, Rhodes, dan bagian yang tersisa dari Persia, Transoxania, dan Tabaristan berhasil direbut. Ekspansi Islam pertama berhenti sampai di sini.
Pemerintahan Usman berlangsung selama 12 tahun, pada paruh terakhir masa kekhalifahannya muncul perasaan tidak puas dan kecewa di kalangan umat Islam terhadapnya. Ini terjadi dikarenakan cara pemerintahan Utsman berbeda dengan cara pemerintahan Umar dan juga dikarenakan fitnah dan hasutan dari Abdullah bi Saba' Al Yahudu salah seorang yahudi yang berpura-pura masuk Islam.
Salah satu faktor yang menyebabkan banyak rakyat berburuk sangka terhadap kepemimpinan Utsman adalah kebijaksanaannya mengangkat keluarga dalam kedudukan tinggi. Setelah banyak anggota keluarganya yang duduk dalam jabatan-jabatan penting, Utsman seperti boneka di hadapan kerabatnya itu. Dia tidak dapat berbuat banyak dan terlalu lemah terhadap keluarganya. Dia juga tidak tegas terhadap kesalahan bawahan. Harta kekayaan negara, oleh kerabatnya dibagi-bagikan tanpa terkontrol oleh Utsman sendiri. Itu semua akibat fitnah yang ditebarkan oleh Abdullah bin Saba’.
Meskipun begitu Utsman tercatat paling berjasa membangun bendungan untuk menjaga arus banjir yang besar dan mengatur pembagian air ke kota-kota. Dia juga membangun jalan-jalan, jembatan-jembatan, masjid-masjid dan memperluas masjid Nabawi di Madinah.


  • Ali bin Abi Thalib (menjadi khalifah 655-660 M)
Setelah para pemberontak membunuh khalifah Utsman bin Affan, masyarakat beramai-ramai membaiat Ali bin Abi Thalib sebagai khalifah. Selama masa pemerintahannya, ia menghadapi berbagai pergolakan. Tidak ada masa sedikit pun dalam pemerintahannya yang dapat dikatakan stabil. Setelah menduduki jabatan khalifah, Ali menon-aktifkan para gubernur yang diangkat oleh Utsman. Dia yakin bahwa pemberontakan-pemberontakan terjadi karena keteledoran mereka. Dia juga menarik kembali tanah yang dihadiahkan Utsman kepada penduduk dengan menyerahkan hasil pendapatannya kepada negara, dan memakai kembali sistem distribusi pajak tahunan di antara orang-orang Islam sebagaimana pernah diterapkan Umar.
Ali bin Abi Thalib juga menghadapi pemberontakan Thalhah, Zubair dan Aisyah. Alasan mereka, Ali tidak mau menghukum para pembunuh Utsman, dan mereka menuntut bela terhadap darah Utsman yang telah ditumpahkan secara zhalim. Ali sebenarnya ingin sekali menghindari perang. Namun ajakan tersebut ditolak.
Bersamaan dengan itu, kebijaksanaan-kebijaksanaan Ali juga mengakibatkan timbulnya perlawanan dari para gubernur di Damaskus, Mu'awiyah, yang didukung oleh sejumlah bekas pejabat tinggi yang merasa kehilangan kedudukan dan kejayaan. Di ujung masa pemerintahan Ali bin Abi Thalib umat Islam terpecah menjadi tiga kekuatan politik, yaitu Mu'awiyah, Syi'ah (pengikut Abdullah bin Saba’ al-yahudu) yang menyusup pada barisan tentara Ali, dan Al-Khawarij (orang-orang yang keluar dari barisan Ali). Keadaan ini tidak menguntungkan Ali. Munculnya kelompok Khawarij menyebabkan tentaranya semakin lemah, sementara posisi Mu'awiyah semakin kuat. Pada tanggal 20 ramadhan 40 H (660 M), Ali terbunuh oleh salah seorang anggota Khawarij yaitu Abdullah bin Muljam.
  • Setelah Khulafaur Rasyidin

Kedudukan sebagai khalifah kemudian dijabat oleh purta Ali yaitu Hasan selama beberapa bulan. Namun, karena Hasan menginginkan perdamaian dan menghindari pertumpahan darah, maka Hasan menyerahkan jabaran kekhalifahan kepada Muawiyah bin Abu Sufyan. Dan akhirnya penyerahan kekuasaan ini dapat mempersatukan umat Islam kembali dalam satu kepemimpinan politik, di bawah Mu'awiyah bin Abi Sufyan. Di sisi lain, penyerahan itu juga menyebabkan Mu'awiyah menjadi penguasa absolut dalam Islam. Tahun 41 H (661 M), tahun persatuan itu, dikenal dalam sejarah sebagai tahun jama'ah ('am jama'ah). Dengan demikian berakhirlah masa yang disebut dengan masa Khulafa'ur Rasyidin, dan dimulailah kekuasaan Bani Ummayah dalam sejarah politik Islam.
Pada saat itu wilayah kekuasaan Islam sangatlah luas, ini dikarenakan faktor-faktor yang menyebabkan ekspansi itu demikian cepat antara lain adalah:
  1. Islam, disamping merupakan ajaran yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan, juga agama yang mementingkan soal pembentukan masyarakat.
  2. Dalam dada para sahabat, tertanam keyakinan tebal tentang kewajiban menyerukan ajaran-ajaran Islam ke seluruh penjuru dunia.
  3. Bizantium dan Persia, dua kekuatan yang menguasai Timur Tengah pada waktu itu, mulai memasuki masa kemunduran dan kelemahan, baik karena sering terjadi peperangan antara keduanya maupun karena persoalan-persoalan dalam negeri masing-masing.
  4. Pertentangan aliran agama di wilayah Bizantium mengakibatkan hilangnya kemerdekaan beragama bagi rakyat dan pajak yang tinggi untuk biaya peperangan melawan Persia.
  5. Islam datang ke daerah-daerah yang dimasukinya dengan sikap simpatik dan toleran, tidak memaksa rakyat untuk mengubah agamanya untuk masuk Islam.
  6. Bangsa Sami di Syria dan Palestina dan bangsa Hami di Mesir memandang bangsa Arab lebih dekat kepada mereka daripada bangsa Eropa, Bizantium, yang memerintah mereka.
  7. Mesir, Syria dan Irak adalah daerah-daerah yang kaya. Kekayaan itu membantu penguasa Islam untuk membiayai ekspansi ke daerah yang lebih jauh.


Mulai dari masa Abu Bakar sampai kepada Ali dinamakan periode Khalifah Rasyidin. Para khalifahnya disebut al-Khulafa' al-Rasyidun, (khalifah-khalifah yang mendapat petunjuk). Ciri masa ini adalah para khalifah betul-betul menurut teladan nabi. Setelah periode ini, pemerintahan Islam berbentuk kerajaan. Kekuasaan diwariskan secara turun temurun. Selain itu, seorang khalifah pada masa Khalifah Rasyidin tidak pernah bertindak sendiri ketika negara menghadapi kesulitan. Mereka selalu bermusyawarah dengan pembesar-pembesar yang lain. Sedangkan para penguasa sesudahnya sering bertindak otoriter.

Artikel 6

Saladin/Salahuddin al-Ayyubi


Kalau membicarakan soal nama Saladin pasti tidak asing bagi kita para umat muslim. Ia menjadi salah seorang pahlawan terkenal di dunia Muslim dan Kristen karena kepemimpinan, kekuatan militer, dan sifatnya yang ksatria dan pengampun pada saat ia berperang melawan tentara salib dalam perang suci. Nah berikut ini adalah biografi singkat tentang siapa itu Saladin, dan mengapa ia dapat menjadi terkenal sampai saat ini.

Yusuf bin Najmuddin al Ayyubi atau disingkat Saladin adalah seorang jendral dan pejuang islam yang bukan berasal dari bangsa arab. Saladin lahir di Tikrit(daerah utara Irak saat ini) pada tahun 1137 ayahnya bernama Najmuddin Ayyub. Ayahnya sendiri merupakan penguasa Seljuk di Tikrit. Saat itu ayahnya mengabdi kepada Imaduddin Zanky, seorang gubernur Seljuk Mousul, Irak. Tidak lama kemudian ayahnya diangkat menjadi gubernur Balbek dan menjadi pembantu dekat Raja Suriah Nuruddin Mahmud. Selama di Balbek inilah, Shalahuddin mengisi masa mudanya dengan menekuni teknik perang, strategi, maupun politik. Setelah itu, Shalahuddin melanjutkan pendidikannya di Damaskus untuk mempelajari teologi Sunni selama sepuluh tahun, dalam lingkungan istana Nuruddin. Pada tahun 1196, Shalahudin diangkat menjadi seorang Wazir(konselor).

Awal karirnya ia diberi tugas yang sulit yaitu mempertahankan Mesir melawan penyerbuan dari Kerajaan Latin Jerusalem di bawah pimpinan Amalrik I. Posisi yang menegangkan tersebut dapat dilaluinya dengan bertahan lama di Mesir yang pada saat itu banyak mengalami perubahan pemerintahan di beberapa tahun belakangan oleh karena silsilah panjang anak khalifah mendapat perlawanan dari wazirnya. Sebagai pemimpin dari prajurit asing Syria, dia juga tidak memiliki kontrol dari Prajurit Shi'ah Mesir, yang dipimpin oleh seseorang yang tidak diketahui atau seorang Khalifah yang lemah bernama Al-Adid. Ketika sang Khalifah meninggal bulan September 1171, Saladin menguasai Mesir, tapi secara resmi bertindak sebagai wakil dari Nuruddin Mahmud, yang sesuai dengan adat kebiasaan mengenal Khalifah dari Abbasid. Saladin merevitalisasi perekonomian Mesir, mengorganisir ulang kekuatan militer, dan mengikuti nasihat ayahnya, menghindari konflik apapun dengan Nuruddin, tuannya yang resmi, sesudah dia menjadi pemimpin asli Mesir.

Selama perang salib, Shalahuddin Al-Ayyubi berhasil mematahkan serangan tentara salib dan pasukan Romawi Bizantium yang melancarkan perang salib kedua terhadap Mesir. Dan juga berhasil merebut kembali wilayah-wilayah yang sebelumnya telah diduduki tentara salib.

Dengan meninggalnya Nuruddin (1174) dia menerima gelar Sultan di Mesir. Disana dia memproklamasikan kemerdekaan dari kaum Seljuk, dan dia terbukti sebagai penemu dari dinasti Ayyubid dan mengembalikan ajaran Sunni ke Mesir. Ia memperlebar wilayahnya ke sebelah barat di maghreb, dan dia pergi ke Nil untuk mendamaikan beberapa pemberontakan dari bekas pendukung Fatimid, lalu melanjutkan ke Laut Merah untuk menaklukan Yaman. Saladin sering juga disebut waliullah yang artinya teman Allah bagi kaum muslim Sunni.


Ya inilah biografi singkat tentang Saladin atau Salahuddin, soal perang salibnya memang kurang lengkap, tetapi jasanya dalam perang tersebut sangatlah banyak. Ayo adakah dari kita yang dapat meniru sifat Saladin tersebut ?